Penguji Titik Nyala Piala Tertutup Tag Otomatis

Penguji Titik Nyala Piala Tertutup Tag Otomatis TT-56Z

Penguji Titik Nyala Piala Tertutup Tag Otomatis TT-56Z sesuai dengan Metode Uji Standar ASTM D56 untuk mengukur titik nyala menggunakan Penguji Piala Tertutup Tag.

Titik nyala mengukur kecenderungan sampel untuk membentuk campuran yang mudah terbakar dengan udara dalam kondisi laboratorium yang terkendali. Ini adalah salah satu dari beberapa sifat yang dipertimbangkan ketika menilai bahaya mudah terbakar suatu bahan secara keseluruhan.

Titik nyala digunakan dalam peraturan pengiriman dan keselamatan untuk menentukan bahan yang mudah terbakar dan mudah terbakar. Penting untuk berkonsultasi dengan peraturan khusus untuk mendapatkan definisi yang tepat dari klasifikasi ini.

Titik nyala juga dapat menunjukkan kemungkinan adanya zat yang sangat mudah menguap dan mudah terbakar dalam bahan yang relatif tidak mudah menguap atau tidak mudah terbakar. Misalnya, titik nyala yang sangat rendah pada sampel minyak tanah mungkin menunjukkan adanya kontaminasi bensin.

Aplikasi utama dari Automatic Tag Closed Cup Flash Point Tester TT-56Z adalah untuk menentukan titik nyala cairan yang mudah menguap, sesuai dengan ASTM D56 Standar. Ini adalah uji keselamatan kritis yang mengukur suhu terendah di mana cairan mengeluarkan uap yang cukup untuk membentuk campuran yang mudah terbakar dengan udara. Hasilnya digunakan untuk mengklasifikasikan bahan sebagai mudah terbakar atau mudah terbakar untuk tujuan regulasi dan sebagai pemeriksaan kendali mutu untuk mendeteksi kontaminan yang mudah menguap, seperti kontaminasi bensin dalam minyak tanah.

Industri Utama

  • Penyulingan Minyak Bumi: Kilang menggunakan pengujian ini untuk keselamatan penting dan kontrol kualitas pada produk mereka yang paling mudah menguap, seperti pelarut, nafta, dan minyak tanah, untuk memastikan produk tersebut memenuhi spesifikasi yang diperlukan untuk penanganan, penyimpanan, dan pengangkutan yang aman.
  • Manufaktur Kimia: Industri kimia sangat bergantung pada uji ini untuk mengklasifikasikan berbagai macam produk volatil (misalnya, alkohol, pelarut, ester) sesuai dengan peraturan mudah terbakar. Titik nyala merupakan informasi wajib pada Lembar Data Keselamatan (LDK).
  • Transportasi & Logistik: Industri ini merupakan pengguna utama data yang dihasilkan oleh uji ini. Perusahaan pelayaran (udara, laut, kereta api, dan darat) mewajibkan titik nyala untuk mengklasifikasikan, memberi label, dan memisahkan bahan dengan benar sesuai dengan peraturan barang berbahaya nasional dan internasional guna memastikan transportasi yang aman.

  • Kecepatan pendinginan cepat dengan kemampuan pendinginan mendalam, memungkinkan pengujian sampel oli hingga -50℃
  • Menurunkan suhu dari suhu ruangan ke -60℃ hanya dalam 30 menit
  • Mendukung peningkatan suhu lereng pada tingkat 3℃/menit dan 1℃/menit
  • Termasuk port luapan level cairan dan port penambahan cairan
  • Dilengkapi dengan sensor Glass PT100 dengan tingkat penginderaan suhu yang setara dengan termometer
  • Pengoperasian layar sentuh dengan printer termal, mampu menyimpan ribuan entri data
  • Dilengkapi dengan fitur deteksi titik nyala yang tidak diketahui
  • Cincin ion secara otomatis mendeteksi titik nyala dan mengontrol nyala/mati pengapian.

1. Tegangan terukur: AC 220V (110V juga tersedia)
± 10%, 50Hz
2. Power: 1500W
3. Pengoperasian: Sentuh LCD
4. Suhu uji: -40 hingga 70℃
5. Sumber gas penyalaan : Gas pipa atau LPG, dengan tekanan kurang dari 10 Kpa
6. Pencetak: Pencetak termal
7. Mode pendinginan: Pendinginan kompresor ganda
8. Persyaratan lingkungan: Suhu 10 hingga 40℃, Kelembaban ≤ 85%

Minta Penawaran

Kembali ke Halaman Utama